Rindu dini hari,
Rindu yang sangat kepagian,
entah...
sunyi merasuk jiwaku,
selama perjalan pulang menuju rumah
selapas kerja.
Diatas motorku ,
Rindu dini hari 04:40
hebusan angin
dan keadaan sekitar
yang kian membawaku pada masa lalu,
teringat lagi akan penyesalan.
Rindu dini hari,
Apa Kabar Dia ?
Sehatkah Dia, ?
Atau mungkin jauh lebih bahagia dan lebih baik.
04:40 Aku berbicara sendiri dalam sepi ,
kudengar sendiri,
celotehku dalam ruang pelindung kepala.
hanya ada suara angin dan celotehku.
Seperti curhat pada orang lain.
hanya saja kudengar sendiri.
dinginnya angin pagi
membuat suasana menjadi hening.
Aku rindu dengannya,
kini ku tak percaya jika ku curhat dengan orang lain.
biarlah ku berbicara sendu dalam sepi dan kesendirianku.
mungkin kau hanya menilai.
aku hanyalah bajingan seperti,
atau selayaknya laki-laki lain.
sayangnya.... rasa sesal yang ada,
taakan lagi bisa dijelaskan,
atau mungkin dapat dipercaya.
Pikiran bodohku membawaku memikirkan
bahwa kau, memikirkan seperti apa yang kupikirkan.
terlau percaya dirinya aku.
entah begitu adanya.
Terus merasa
kau terus ada dan mengawasiku.
tapi.....
ah sudah lah wis..
sadarlah dengan apa yang kau perbuat.!
Rindu dini hari,
Ini mungkin karmanya dari tiap tetesan air matamu,
Baiklah,
biarkan ku menganggapnya sebagai luka paling bahagia.
Menyimpan semua cerita dan biarkan kejujuran,
Ada pada kertas ini.
Aku benci menulis,
tapi entah ,
biar tinta ini menjadi penerjemah maksud hati.
Aku benci menulis,
Karena tukisanku jelek,
tapi biarlah cara ini menjadi terapi hati
Rindu Dini hari.
Tak Jarang di tiap perjalanan ku pulang,
aku mengingat mu.
membuka kembali ingatan,
Kenangan manis,
bagaimana caramu menyakinkan ku,
aku ingat.!
aku ini orang bodoh,
yang berharap memilikimu yang pintar.
alasannya sederhana.
karena ku ingin memiliki anak yang pintar, tak sepertiku.
itu yang ku jawab ketika kau bertanya,,
kenapa kau mau denganku?
Rindu dini hari,
Aku meneteskan air mata saat ini,
di perjalanan pulangku
ingin memelukmu,
mencium keningmu,
dan mendengar celoteh manjamu.
melihat tingkahmu.
ku ingat
bagaimana kamu memanjakanku
Menyambutku dengan teriakan ayang.....
dan lari kecil dengan tingkah manja.
lalu tepat dihadapanku dan memeluku.
Ku ingat
kau selalu menanyakan
apakah aku sudah makan?
karena kamu tau,
aku tidak dapat menunda lapar,
dan kau orang yang paling tidak tega melihatku lapar
Ku ingat
kau selalu melepas jam taganku ,
kala malam ketika kuingin beristirahat.
Bermain timezone,
menghabiskan waktu dengan tertawa
memotivasi tanpa menggurui.
kau Perempuan paling susah disuruh menggunakan jaket!.
Manja dan ceroboh.
tiada hari tanpa ,
kesandung, kepentok, dan kebeset.
ada saja tingkahmu.
Kau orang yang paling marah bila ku bodoh.
kau sering menjahili tidurku
membanguniku dan membohongiku
bahwa aku bangun kesiangan.
hingga kusadar dan melihat jam,
ternyata kau hanya mengerjai ku.
kamu adalah pembenci kesendirian.
kamu adalah wanita paling marah bila ku dibohongi dan di manfaatkan orang.
dan kamu wanita yang paling tak ingin melihatku menangis.
Budi baikmu, membuatmu suka memberi,
dan iba terhadap orang lain yang kurang beruntung.
tidak tegaan ,
tulus dan penyayang serta setia,
yang paling berharga dari dirimu.
Rindu dini hari ,
kamu orang yang memilih mengucapkan selamat ulang tahun
di detik detik berakhirnya pergantian hari lahir ku.
karena kamu percaya, menjadi yang terakhir dan selamanya.
Rindu dini hari,
kamu orang yang paling tidak bisa mendengar ketika ku mengatakan..
ku ingin pulang.
raut wajah mu sontak berubah.
benci akan sepi dan sendiri.
lalu kau katakan ,
Jangan Pulang,
sebentar lagi..
dan tetaplah disini,,,,,
lalu memelukku.
Rindu dini hari
kau adalah perempuan yang selalu memotivasiku terhadap apa yang kujalani.
menyakinkan bahwa aku bisa!
begitu pula layak untuk mu.
Rindu dini hari
aku selalu minder, dan takut lupa diri,
siapa aku.
bila ku memandang keluargamu secara ekonomi.
kau marah bila ku boros.
"Nanti Kita Beli ya Yang"
itu yang selalu kau katakan terhadap sesuatu yang kuinginkan.
kamu banyak membantuku baik materi, waktu, serta spiritual.
Rindu dini hari.
ingin sekali bertemu denganmu,
memandang, mencium, meletakan keningmu di dadaku.
Agar kau mengerti penyesalan ini,
lalu kuingin menangis sekuat-kuatnya
aku merindukan hadirmu.
Rindu dini hari
setibanya ku dirumah,
dari perjalananku pulang
kuhapuskan terlebih dulu air mataku
sebelum ku mengetuk pintu.
aku sadar,
hingga saat ini aku belum bisa berdamai dengan diriku sendiri.
dan biarkan,
dirimu ada dalam
Rindu Dini Hari
04:40

0 komentar:
Posting Komentar